Minggu, 04 September 2011

Ramadhan mesti penuh senyum….


Gak sepertinya biasanya, ramadhan kali ini kulalui dengan hambar, tidak dapat melewati momen-momen penuh berkah di bulan ini #masyaAllah…pasalnya adalah aku sibuk ngurus administrasi kuliahku yang bentar lagi END, bulan depan ada wisuda, jadi sebelumnya harus sibuk dulu ngurus syarat-syarat kalo mw dapat ijazah dan lain-lain. 2 Minggu aku bolak-balik kampus, keluar pagi pulang sore. Betul-betul perjuangan yang melelahkan,melaparkan dan menghauskan. Betapa tidak aku melaluinya while fasting. Aku sempat sakit sehingga kallaku bertambah lagi#alaamak..

picture source: http://irwan.net
Tapi bersyukur aku bisa merayakan hari ied dengan keluargaku semuanya, hari yang merupakan kemenangan bagi semua orang, tapi tidak dengan aku. Puasaku banyak yang bolong karena sakit, kecapean, datang bulan,dll. But, aku sudah berusaha memberikan yang terbaik buat ramadhan, masalah pahala kan Tuhan yang atur,.. so saatnya mengucapkan:

Taqabbalallahu minkum... MINAl Aidin Wal faidzin,, MAaP lahir dan BAtin.. 




Kamis, 18 Agustus 2011

Hmmm… Akhirx.. akhirnya…

Akhirnya aku  sarjana juga :D,, senang rasa hati setidaknya satu tangga telah terlewati, oowh bukan satu tangga tapi beberapa tangga karena menurutku perjuangan selama kuliah ini butuh perjuangan yang keras dan hebat #leeebhayy. hingga akhirnya aku bisa tersenyum dan bernapas lega. Masih segar dalam ingatan bagaimana saat aku harus masukin judul skripsi di jurusan, di pantul kanan-kiri kayak pimpong, di tendang kanan-kiri kayak futsal, di opor kiri-kanan kayak volley, di smash.. (eh.. bukan artikel olahraga ya,hehe…), ibu selalunya bilang sibuk,kalau tidak sibuk ya, antrian kayak di loket panjang berjejeran, karena mahasiswa sejurusanku berjumlah ratusan, belum habis antrian, ibu akhirnya bilang “besok lagi ya,, ini sudah sore” Ohh God!!, aku serasa diuji dan imanku tidak lagi kuat untuk menahannya :P

Tapi akhirnya, Allah maha penyayang maengabulkan doa hambanya yang teraniaya, judulku diterima juga, walau aku harus bolos nggak masuk jam pelajaran “literature” (stt.. ini rahasia kita berdua :D), yah.. karena dosennya rada killer dan aku agak terlambat datang, lebih baik kugunakan waktu emas itu untuk hal yang bermanfaat, dan “yes!!” judulku diterima, aku dan seorang temanku yang BOLOS juga (sebenarnya ide bolos itu bersumber darinya #penyelamatan reputasi :D) akhirnya udah bisa bikin draft untuk penelitian kami, but you wanna know?, kebahagiaanku hanya sebentar saat kusadari referensi judulku so limited. Kami hunting buku ke toko-toko buku mulai dari yang terkenal kayak Gramedia sampai ke yang tidak terkenal kayak Gunadarma, Ende (nda tau kan Ende??), sampai ke penjual buku depan mesjid kampus UIN, itu referensi memang nda ada, masalahnya literatur asing di Indonesia khususnya Makassar masih jarang diperjual-belikan. Kami Cuma dapat di Ende, materi writing itupun hanya hardcopyX, not original, masalahnya kalo yang original mungkin harganya selangit, harga sekian dolar mungkin, yang kalo dirupiahkan nolnya nda terhitung,hehe. Judulku mengenai writing #cieeh…  padahal sebenarnya aku memilih judul ini, karena kata para senior, skill writing paling mudah diditerima di jurusan dibanding skill yang lain yaitu speaking,reading dan listening. Padahal, Kenapa mudah diterima di jurusan????! Karena kurangnya mahasiswa yang memilih skill tersebut untuk diteliti, kenapa kurang yang mau menelitinya??? Karena... skill ini paling rumit dan runyam dibanding para skil-skil lainnya. HMM… jadilah aku masuk dalam perangkapnya ,kata orang skill ini susah prosesnya dan betul ini akhirnya terbukti!!. 

Tadi baru cari referensi kan yang susah, susah.. susah…pokoknya susah!!!, tapi seperti janji Allah dalam surah Al-insyirah “sesungguhnya setelah kesusahan itu ada kemudahan…”, akhirnya dengan bantuan temanku aku pinjam literature sama dosenku yang punya banyak banget referensi asing, because kuliahnya dulu di Ausy, jadi ya nda heran, aku dipinjamin 2 buku sama ibu, namanya ibu Nurlaely Basir (thank so much for her). Berkat buku tersebut, draftku mulai jalan. Dan akhirnya bertemu pembimbing,, pembimbing keduaku begitu baik, namanya bu azisah (thank so much for her too), membimbingku dengan sabar, nda pernah marah-marah, TAPI… pembimbing pertamaku, subhanallah killerx,,  belum lagi kesibukannya di luar kampus,keluar kota dan sebagainya. 
Tapi… perjuangan yang disertai dengan doa selalu berbuah manis, akhirnya 3 bulan selanjutnya aku sudah bisa ke lapangan untuk meneliti. Aku memilih Pondok-Pesantren Yasrib watansoppeng sebagai final destination, karena:

  1.  Aku adalah alumni disana (berharap guru dan siswanya lebih mudah di lobi, ckckck… salah banget!!! Plis jangan ditiru..) 
  2. Aku bisa pulang kampung sekalian penelitian :D 
  3. Urusan administrasi atau persuratan lebih mudah (sekali lagi,, berharap pegawai di kabupaten bisa di lobi… hm..hm..)
Dari ketiga alasan itu, hanya alasan kedua lah yang betul-betul berjalan sesuai rencana, karena alasan pertama dan ketiga jauh dari harapan. Aku kayaknya amnesia, lupa kalau kepala sekolah waktu aku Aliyah dahulu adalah a Perfect and Professional headmistress, begitupun siswanya tidak lagi aku kenal, haloo… aku sudah 4 tahun keluar dari sekolah tersebut, pantas kalau wajah-wajah siswa disana sudah asing. 
“Uggh… siapa sih?? Nyuruh-nyuruh kita buat ngarang!!, bahasa inggris lagi!, nda ada amplopnya lagi :D!!! Ujar  mereka dalam hati sambil memandang sinis padaku  T_T(eh, yang ini hanya rekaan imajinasi semata :D)

Belum lagi di kantor gubernuran, pegawainya pada sok… #Upss!!, bukan sok, tapi mereka professional dalam menjalankan tugasnya, akhirnya no Lobi!!!. Aku hanya bisa mengelus dada bersabar menjalani semuanya.

Setelah Penelitian berakhir, aku mulai merampungkan dan menulis semua data dan hasil penelitian, istilahnya masuk BAB EMPAT. Nah,, Aku kembali dizzy saat analis data nya. Pusing mengolah data, pembimbing nda bisa ditanya-tanya masalah itu, mereka sibuk, mereka hanya membantu mengoreksi saat skripsi dikumpul. Akhirnya aku harus mencari lagi contoh skripsi yang mirip olah dataku. Untunglah ketemu…, Allah memang maha Adil..
Tanggal 15 Juli 2011, akhirnya aku Munaqasyah atau Ujian Meja sekaligus Yudisium. Setelah 2 jam ditanyai seputar skripsiku oleh Para Penguji, akhirnya aku dinyatakan lulus dengan Nilai Cumlaude, hihihi.. Alhamdulillah!!, doaku terjawab sudah, hari itu namaku bertambah panjang lagi. Udah ada S.Pd nya di belakang alias Sarjana Pendidikan. Hmm… setelah melalui jalan panjang penuh aral,onak dan duri akhirnya semuanya berakhir dengan memuaskan, Benar betul kata pepatah arab “MAN JADDA WA JADA”…

Minggu, 31 Juli 2011

Today is my birthday, Thanks for God, yang masih memberiku kesempatan untuk bernafas dan menikmati hidup. Banyak hal yang istimewa , karena akhirnya aku bisa berkumpul dengan my big ...oh not big... just my little family di hari ini, bertepatan dengan akhir sya'ban dan awal ramadhan.

Buat teman-temanku, makasih ucapan dan doanya
Buat keluargaku... makasih atas doa, support, kado, dan syukurannya. Sangat bersyukur memiliki kalian...
Buat yayangq.. walaupun kamu lg marah, aku berharap masih tersisa doa buat aku, hehe...

Just wish me Luck!!

Jumat, 22 Juli 2011

I Love this Morning

untuk berkali-kalinya menghabiskan waktu libur sendirian. Bete bangun pagi, trus gak ngeliat siapa-siapa di sekitar, no planning! Finally, memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar gang Mannuruki. Liat ibu-ibu lagi belanja, liat anak2 kecil lagi main di pinggir selokan. Ternyata menyenangkan juga. Nggak stress. Daripada setiap hari ke kampus cuma liat muka serius, omongan-omongan serius. FFhh... So, I like this morning.... :)

I'll miss you more than you know...

Mungkin ini tindakan pengecut. Menutup diri dari keramaian saat sedang dalam dilema. Menonaktifkan akun fb, tak mengangkat telfon,dsb.  Mungkin, aku akan nangis sendirian, tanpa ada orang yang menghibur. Tapi ini kayaknya yang bisa bikin tenang.

Aku tak marah pada siapapun, tak ada yang boleh disalahkan atas masalah2ku, ini bisa jadi karena kecorobohan, keegoisan dan ketidak sabaranku. Aku butuh waktu banyak untuk berfikir dan introspeksi diri. Mungkin untuk sementara waktu..., but I'll miss you more than yu know..

 

Kamis, 21 Juli 2011

Malino.. I’m In Love

 Bagaimana menggambarkan keindahan Alam ini???. Entahlah,,I’m speechless…. for the first time, I arrived there. Aku seperti Alice, di Film Alice in Wonderland,hihi….Alam Malino sungguh natural belum terjamah polusi dan sesak kendaraan. Aku betul-betul mendapatkan oksigen di tempat ini. Maka, di setiap pagi tak akan kulewatkan kesempatan. Berjalan-jalan melewati  sawah, mendengar kicau burung aneka rupa,  menikmati dinginnya air sungai yang mengalir di antara daerah persawahan. Dan menikmati hangat matahari pagi dari balik gunung bawakaraeng. Pagi yang indah, yang tak akan pernah sama dengan pagi-pagi yang kulewati sebelumnya. :D

          



TUHAN... AKU INGIN JADI ARTIS… :D

lagunya hancur band “pengen jadi artis”kayaknya cocok banget deh saat ini buat aku ma teman2 seangkatan and sejurusanku. Why? because kami sedang ditugaskan jadi artis oleh dosen literature kami. Kami dibagi kelompok dan disuruh bikin film,hasilnya nanti bakal diupload di youtube,hehe…
Jadilah, kami yang pengen banget terkenal ini  berlomba-lomba bikin film dengan tema yang berbeda-beda. Aku dan sekelompokku memilih judul film “Bawang Merah Bawang Putih version 2011 :D :D, oia bagian tersulitnya adalah, scriptnya mesti berbahasa inggris, soundtrack,dll itu mesti pake bahasa Inggris, ya.. wajarlah kami kan jurusan bahasa Inggris, jadi masa’ pake bahasa planet,hehehe.. :P
Hmm.. ternyata syuting itu nggak gampang yah, aku sempat dimarahi abis-abisan dan hampir diganti gara-gara aku ketawa terus pas disuruh akting, padahal peran bawang Putih kan mahal,masa aku Cuma jadi cameramen?? nggak asyik!!, jadi aku ngotot dan berdoa sepenuh hati agar aku bisa memerankan sosok bawang Putih yang baik,anggun, jelita dan kemayu. Menurutku, sosok protagonist itu lebih susah dibanding jadi antagonist. Sebabnya adalah, lebih gampang marah-marah daripada nangis. Di peran bawang putih, aku disuruh nangis berkali-kali,hm..  emangnya gampang nangis gitu aja??,aku malah ketawa terus pas disuruh nangis, esoknya terpaksa aku beli obat tetes mata agar bisa keliatan nangis betulan.hehe..
Mungkin karena deadline tugas, jadi aku dan teman-teman berusaha serius agar film kami cepat rampung. Entah teman-teman dari kelompok yang lain, tapi teman-temanku yang lain juga nggak kalah bagus deh filmnya, ada yang judulnya “Aladin” ,ini malah settingnya tempoe doloe, ada juga kisah percintaan anak kampus, kisah  persahabatan, bahkan ada yang kayak film dokumenter, mereka menyorot sisi-sisi keadaan di kampus yang positif atau bahkan negatifnya, yah.. Basicly, semuanya OK.
Saat ini film kami masih dalam proses pengeditan, sebelum di upload kan harus dibagus-bagusin dulu, sempat salah seorang dari kami dilirik sutradara pas mereka liat acting kami diYouTube,wwkwk… ngarep.com.
Ini nih foto para pemeran Bawang merah Bawang Putih 2011 version

yang kiri itu Najmiah zain as Putih’s  mother (ibunya bawang putih yang baik dan lembut), trus sebelahnya adalah  aku  as Bawang Putih . Yang  Paling kanan itu Rahmi Kasim as  stepmother (ibutiriku yang jahat), trus di sebelahnya adalah Sahara as Bawang Merah. Trus yang di tengah itu adalah Nur Hamzah as Pangeran Kodok,hehehe….  maksudnya pangeran yang menyunting si Bawang PutihJ
Okey deh… Nantikan kehadiran film kami di bioskop-bioskop kesayangan anda,wkwk…